New Bobath Therapi Untuk Stroke
Sebelum lebih jelas untuk metode bobath yang baru belum lama ini admin mengikuti kuliah tentang new bobath concept dengan pembicara oleh saudara Agus Wiyono, AMF seorang fisioterapi yang berkonsentrasi di metode bobath untuk stroke. Beliau bekerja di Sasana Husada Jakarta untuk rehabilitasi stroke center dan telah mendalami terapi latihan untuk stroke dengan metode New Bobath Concept sehingga sedikit mendapat ringkasan mengenai konsep metode bobath yang baru.
Sebelum lebih jelas untuk metode bobath yang baru belum lama ini admin mengikuti kuliah tentang new bobath concept dengan pembicara oleh saudara Agus Wiyono, AMF seorang fisioterapi yang berkonsentrasi di metode bobath untuk stroke. Beliau bekerja di Sasana Husada Jakarta untuk rehabilitasi stroke center dan telah mendalami terapi latihan untuk stroke dengan metode New Bobath Concept sehingga sedikit mendapat ringkasan mengenai konsep metode bobath yang baru.
Konsep Bobath adalah pendekatan pemecahan masalah untuk penilaian dan pengobatan individu dengan gangguan fungsi, gerakan dan kontrol postural karena lesi dari sistem saraf pusat (IBITA 1996, Panturin 2001, Brock et al 2002, Raine 2006).
Pendekatan untuk rehabilitasi orang dewasa dengan sistem pusat saraf patologi berasal dari karya Berta dan Karel Bobath dan telah berkembang selama lebih dari 50 tahun. Alasan untuk digunakan saat ini didasarkan pada pengetahuan masa kini seperti kontrol motor, pembelajaran motorik, saraf dan otot plastisitas, dan biomekanik. Hal ini juga didasarkan pada pengalaman dokter ahli dan mengambil kebutuhan klien dan harapan ke penyembuhan(Sackett 2000).
Awalnya konsep dari bobath hanya berdasarkan asumsi saja. Proses pengembangan pernyataan yang akan mengklarifikasi asumsi-asumsi teoritis dan praktik klinis diprakarsai oleh Rapat Umum Tahunan ke-12 dari IBITA pada tahun 1996.
Konsep Awal (Original Concept)
Konsep Awal (Original Concept)
Metode Bobath
pada awalnya memiliki konsep perlakuan yang didasarkan atas inhibisi aktivitas
abnormal refleks (Inhibition of abnormal reflex activity) dan
pembelajaran kembali gerak normal (The relearning of normal movement),
melalui penanganan manual dan fasilitasi.
Konsep Bobath Terkini
Dengan perkembangan ilmu dan teknologi, maka konsep Bobath juga mengalami perkembangan dimana menggunakan pendekatan problem solving dengan cara pemeriksaan dan tindakan secara individual yang diarahkan pada tonus, gerak dan fungsi akibat lesi pada sistem saraf pusat.
Tujuan intervensi dengan metode Bobath adalah optomalisasi fungsi dengan peningkatan kontrol postural dan gerakan selektif melalui fasilitasi, sebagaimana yang dinyatakan oleh IBITA tahun1995.
“The goal of treatment is to optimize function by improving postural control and selective movement through facilitation.” (IBITA 1995
Tujuan yang akan dicapai dengan konsep Bobat:
-Melakukan identifikasi pada area-area spesifik otot-otot antigravitasi yang mengalami penurunan tonus.
-Meningkatkan kemampuan input proprioceptive.
-Melakukan identifkasi tentang gangguan fungsi setiap individu dan mampu melakukan aktivitas fungsi yang efisien “Normal”.
Fasilitasi specific motor activity .
Minimalisasi gerakan kompensasi sebagai reaksi dari gangguan gerak.
Mengidentifikasi kapan dan bagaimana gerakan menjadi lebih efektif.
Analisa tentang gerak normal (normal movement) menjadi dasar utama penerapan aplikasi metode ini. Dengan pemahaman gerak normal, maka setiap fisioterapis akan mampu melakukan identifikasi problematik gerak kepada setiap pasien/klien atas penyimpangan gerak akibat gangguan system saraf pusat.
Akibat adanya gangguan sistem saraf pusat (SSP) akan mengakibatkan abnormal tonus postural, dari abnormal tonus postural tersebut melahirkan gangguan atau abnormalitas pada umpan balik sensoris yang akhirnya memunculkan kompensasi gerak. Pada aktifitas gerak, maka tonus otot postural akan sangat menentukan efektifitas dan efesiensi gerak yang akan dihasilkan.
