Cari Blog Ini

Kamis, 22 November 2012

Apa itu Fisioterapi..?



 Physiotherapy (Fisioterapi) merupakan salah satu bidang pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. Physiotherapy berasal dari kata : “Physic” (fisik) dan “Therapy” (terapi) yang berarti pengobatan yang dilakukan pada kelainan – kelainan fisik dengan menggunakan sumber – sumber fisis.
Pelayanan fisioterapi sebenarnya sudah dimulai sejak 2000 tahun sebelum masehi. Fisioterapi dilakukan dengan cara mandi uap, pemijatan dan pemakaian mineral. Munculnya tokoh ilmuwan kedokteran modern yaitu Hipocrates dan memperkenalkan pengobatan fisioterapi dengan lebih lengkap yaitu dengan menggunakan udara segar, hidroterapi, gymanastik dan pemijatan modern.

     Mencermati perkembangan tersebut, sebagai seorang fisioterapi kita berusaha memberikan pelayanan Fisioterapi dengan kualitas global, yang berorientasi pada problematik pasien dan terjangkau oleh masyarakat serta menggunakan konsep fisioterapi terkini yang didukung modalitas fisioterapi yang modern dan tenaga fisioterapis yang professional

Macam-macam alat atau cara yang digunakan oleh Fisioterapi.
  • Short/Micro Wave Diathermy
Terapi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik.
  • Ultra Sound
Terapi dengan menggunakan gelombang ultra sonic.
  • Interferenstial Therapy
Terapi dengan menggunakan rangsang elektirs frekuensi menengah.
  • Faradisasi/Galvanicasi
Terapi dengan meggunakan rangsang elektris frekuensi rendah.
  • Tens
Terapi dengan menggunakan rangsang elektris frekuensi rendah.
  • Infra Red
Terapi dengan menggunakan sinar infra merah.
  • Parafin Bath
Terapi dengan menggunakan lilin cair.
  • Cold Therapy/Polar Care 500
Terapi dengan menggunakan  media es.
  • Cervical / Lumbal Traction
Terapi dengan menggunakan tarikan pada leher / pinggang.
  • Nebulizer / Inhalasi Therapy
Terapi dengan penguapan obat  + Chest Fisioterapi.
  • Manual Therapy
Terapi dengan cara menggerakkan otot dan persendian.
  • Exercise Therapy
Terapi dengan menggunakan metode latihan khusus.
  • Manual Lymph Drainage Vodder
Terapi massage pada pembuluh limfe dan kelenjar Limfe.
  • Test dan Evaluasi
MMT, ROM, Functional Examination, dll

Penyakit atau gangguan yang akan ditangani oleh seorang Fisioterapi

  • Kondisi Neurologi.
Gangguan gerak dan fungsi akibat :
CVA, Meningoenchepalitis , Post Traumatism Operation on Brain., HNP,  Progressive Muscular Athropy, Bell’s Palsy, Erb’s Paralyse, Drop Hand, Drop Foot, Migrain,  Enchepalitis letárgica, dll
  • Kondisi Orthopaedi
Gangguan gerak dan fungís akibat :
Torticolis, Conginetal Hip Dislocation, Talipes Equino Varus, Strain, Sprain, Subluxation, Dislocation, Fracture, dll Kondisi Kerusakan dan Kelainan Osteoarthritis, Rheumatoid Arthritis, Tenovaginitis, Bursitis, Myositis Ossifican, Arthrose Deformans,, Ligamentum Calcification, Spur Formation, Osteoporose. Scoliosis, Kyposis, Lordosis dll.
  • Kondisi Ginekologi dan Obstetri
Peradangan , Kelainan Menstruasi dan Gangguan Kesuburan. Senam Hamil dan Senam Nifas, Pijat Bayi
  • Kondisi Kardio Respirasi
Rehabilitasi Fisik pada Gangguan Jantung & Respirasi
a. Mitral Desease, Pulmonary Stenosis, Aortic Desease,  Coronary, Tetralogi  Fallot, A.S.D,  V.S.D
b. Gangguan Sistem Respiratori Bronchitis Chronis, Asthma Bronchiale, Pleuritis, Broncheactase, Bronchopneumonia, Emphysema
  • Kondisi Telinga Hidung dan Tenggorokan
Otitis Media, Tinitus, Sinusitis, Pharingitis,   Radang Selaput Lendir Kronis.
Fisioterapi untuk tujuan pencegahan  
a. Fisioterapi preventive pada penderita yang di rawat lama.
b. Fisioterapi  preventive pada pekerja yang terbiasa dengan sikap, posisi, gerak tubuh tertentu. Contoh : Duduk, Berdiri, Mengangkat berat.
  • Kondisi Gigi.
Post extraksi gigi, orthodonsi, gangguan gusi, paradentose.
  • Kondisi Penyakit Dalam
Akibat keluhan organ dalam  : Liver, Usus (penyakit Crohn), Konstipasi, Limfeoedema, Artritis, Chronic Nephritis, Polyarthritis kronis, Coxatrosis, Diabetes,Cervicalgia, Headache  Periarthritis humeroscapularis , Cistitis and Bed Wetting, Hemorroids, Loss of Vitality and Impotente, Colecistitis (Inflammation of The Gall), Chronic Enteritis, Low Blood Pressure, Chilling/menggigil,. Gastritis and Gastric Ulcer, Poor Appetite and Stomach Conculsions (nafsu makan rendah), Menopause, Insomnia
  • Kondisi Penyakit Kulit
Exzema kronis, Acne, Jaringan parut post  operasi.  Wrinkel, Luka bakar dll.


Ternyata masyarakat terutamanya masyarakat Indonesia belum banyak yang mengenal tentang fisioterapi. Sebagai seorang fisioterapi kita berusaha untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang fisioterapi dan berusaha untuk mensosialisaikan fisoterapi sebagai salah satu sarana untuk menjaga kesehatan manusia.


Sabtu, 17 November 2012

PKM-Karsa Cipta Fisioterapi





                                                                            Abstrak
Stroke merupakan masalah bagi negara-negara berkembang saat ini. Di seluruh dunia, stroke adalah penyebab utama kematian nomer 2. Stroke juga merupakan penyebab utama gangguan kemampuan fungsional. Akibat dari pasca stroke maka akan terjadi gangguan kemampuan fungsional yang menyebabkan penderita stroke harus mengeluarkan biaya yang besar untuk perawatan rehabilitasi disamping juga kehilangan produktivitasnya. Penanganan rehabilitasi pasca stroke merupakan kebutuhan yang mutlak bagi pasien untuk dapat mengembalikan kemampuan gerak dan fungsinya. Pasien stroke biasanya mengalami penurunan semangat untuk terapi dan berlatih dan sangat tergantung terhadap terapis. Jenis terapi latihan yang sering dilakukan adalah dengan metode konvensional, PNF, Bobath, NDT, MRP dll. Dimana jenis terapi latihan di atas harus memerlukan tenaga ahli dari fisioterapi. Dengan melihat kondisi tersebut perlu dipikirkan cara alternatif untuk membantu pasien stroke memulihkan kemampuan fungsionalnya dengan kemandirian dari diri pasien tersebut. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan peralatan rumah tangga dan peralatan kerja seperti kunci pintu untuk melatih gerakan pronasi dan supinasi, gerendel pintu untuk melatih genggaman, biji-bijian untuk melatih sensor motorik halus, sendok dan garpu untuk melatih koordinasi dan pisau untuk memotong benda berguna untuk melatih kekuatan otot. Diharapkan dengan peralatan rumah tangga dan kerja yang telah dimodifikasi akan dapat meningkatkan kemampuan dan kemandirian fungsional dari pasien stroke.

Kata kunci: Stroke, Rehabilitasi, Peralatan, Terapi, Latihan.